
Genre: Love // Comedy
Rating: 9.5/10 (Must See)
Baru-baru ne nonton Dorama ini, dan merasa perlu meracuni orang-orang memberikan review mengenai Dorama ini :D.
Inti dari Dorama ini adalah “sebuah penyesalan karena tidak melakukan sesuatu di masa lalu” dan “andai kamu dikasi kesempatan untuk memperbaikinya”.
Dorama ini berpusat di karakter bernama Iwase Ken (Yamashita Tomohisa.. ah yes girls stop screaming, it;s Yamapi for you) yang mencintai temen-masa kecilnya yang bernama Yoshida Rei (Masami Nagasawa).
Ok… love to childhood friend is a typical story but cerita dimulai di sebuah gereja dimana Yoshida Rei sedang menikah dengan Orang lain
yaitu Tada-sensei (Fujiki.. ** uhuk2 ** something.. I forget sorry).
Nah dihari pernikahan itu, Iwase Ken dikasi kesempatan sama seorang Peri (apa Angel ya .red) untuk kembali ke masa lalu dan memperbaiki kesalahan-kesalahan dia melalui medium Foto.
sooo… tiap episodenya mewakili satu foto dan satu masa dimana Iwase Ken yang malang berusaha mengatakan Cinta dan merubah masa depan….. hmm terutama Hati Yoshida Rei
Sebenarnya pada dasarnya Rei juga menyukai Ken, but the problem is Ken tidak memiliki keberanian untuk mengatakan Cinta, dan perlahan-lahan Rei mulai bersimpati pada Tada-sensei.
Di episode terakhir Ken akhirnya menyadari dia tidak bisa merubah masa depan, yap! di Episode terakhir Rei tetap menikah dengan Tada-Sensei
but ada sesuatu yang terjadi ~ dan saya tidak akan memberikan spoiler itu pada anda.
We all have regrets in our lives. There are things that we wish we had done, words that we hope to have voiced and mistakes that we wanted to avoid.
Well.. endingnya memuaskan kowk, banyak yang berbahagia.. cuma banyak yang merasa kecewa karena penonton terlalu cepat berpisah dengan karakter-karakter mereka tercinta… yaa ~ episode special yang lamanya 2 jam memang baru muncul akhir-akhir ini.. disana semua pertanyaan, misteri dan harapan penonton akan dijawab dengan senym besar dan perpisahan yang tak terlupakan.
Posted in Report, Review | Tags: comedy, dorama, Love, masami nagasawa, proposal daisakusen, yamapi

